Artikel/Opini

KETIKA LANGIT TURUT MEMILIH: PULUNG DAN JEJAK SPIRITUALITAS POLITIK JAWA

Demokrasi modern sering dipahami sebagai sistem yang bertumpu pada rasionalitas, aturan hukum, dan partisipasi terbuka. Namun, di banyak komunitas tradisional, termasuk masyarakat Jawa, politik tidak pernah sepenuhnya terpisah dari dimensi spiritual. Di Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, keyakinan terhadap pulung cahaya biru kehijauan yang tampak di langit tetap hidup sebagai simbol restu kosmis bagi calon pemimpin. Bagi masyarakat urban, tradisi ini mungkin terlihat usang, tetapi bagi warga setempat, pulung dianggap sebagai tanda dari alam dan leluhur bahwa seseorang memang ditakdirkan untuk memimpin. Setiap menjelang pemilihan kepala desa, sebagian warga masih memperhatikan apakah pulung muncul dan menuju rumah calon pemimpin berikutnya. Kepercayaan seperti ini bukan sekadar mitos, melainkan representasi nyata dari antropologi politik yang telah mengakar selama berabad-abad. Ia memperlihatkan bagaimana masyarakat memahami kekuasaan melalui struktur simbolik yang memadukan spiritualitas, budaya, dan legitimasi sosial.