Telusuri Jejak Dukun Calak di Jawa, Firza Azzam Fadilla dan Tim Lakukan Penelitian di Ngawi dan Cepu
NGAWI – Praktik khitan tradisional yang dilakukan oleh dukun calak menjadi perhatian tim peneliti yang dipimpin oleh Firza Azzam Fadilla. […]
NGAWI – Praktik khitan tradisional yang dilakukan oleh dukun calak menjadi perhatian tim peneliti yang dipimpin oleh Firza Azzam Fadilla. […]
Pulau Onrust, Pulau Kelor, dan Pulau Bidadari di Kepulauan Seribu menyimpan jejak masa kolonial yang selama ini lebih banyak dikenal lewat pelajaran sejarah ketimbang kunjungan langsung. Padahal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta cukup serius menggarap kawasan ini. Dalam empat tahun terakhir saja, Pemprov DKI telah menetapkan 305 objek cagar budaya, termasuk kompleks Benteng Onrust dan Menara Martello di Pulau Bidadari yang baru resmi berstatus cagar budaya pada 2024. Revitalisasi Pulau Kelor dan Museum Arkeologi Onrust juga terbukti mendongkrak jumlah pengunjung setelah pembenahan tahun itu.
Pemandian air panas Padusan di lereng Gunung Welirang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, makin ramai dikunjungi wisatawan. Tapi di balik keramaian itu, ada kekhawatiran yang mengendap: cerita dan kesakralan tempat ini pelan-pelan mulai terlupakan, tergerus jadi sekadar objek jualan.
Di tengah gugusan Kepulauan Seribu, ada lima pulau kecil yang menyimpan jejak peradaban maritim ratusan tahun, mulai dari masa VOC sampai pendudukan Jepang. Onrust, Cipir, Kelor, Bidadari, dan Sebira, semuanya sudah berstatus cagar budaya. Tapi menurut riset tim Universitas Negeri Malang (UM), potensi besar itu sejauh ini baru dimanfaatkan sebatas paket wisata sejarah satu hari, belum benar-benar menghidupkan warisan itu bersama masyarakatnya.
Di balik pesona Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, ada tangan-tangan perempuan yang selama ini menggerakkan roda ekonomi kawasan tanpa banyak disorot. Riset tim Universitas Negeri Malang (UM) yang dipimpin Raisha Hafandi, dosen Departemen Hukum dan Kewarganegaraan UM, coba mengangkat peran itu ke permukaan, sekaligus membongkar satu kesenjangan besar: teknologi digital yang nyaris tak tersentuh di kawasan ini.
Belerang dari lereng Gunung Welirang, hawa sejuk 20 derajat Celsius, dan hutan pegunungan yang masih rimbun, Desa Padusan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, punya modal alam yang komplet buat jadi destinasi wisata kesehatan kelas dunia. Tapi menurut riset tim Universitas Negeri Malang (UM), potensi besar itu masih terjebak jadi sekadar tempat rekreasi keluarga biasa.
Kabar dari Taman Nasional Kepulauan Seribu ini patut jadi lampu kuning. Data Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu mencatat tutupan terumbu karang hidup di kawasan inti anjlok dari 42,3 persen pada 2018 menjadi 31,7 persen pada 2022, hanya dalam kurun empat tahun. Padahal kawasan ini bukan cuma taman nasional laut, tapi juga rumah bagi warisan budaya pesisir yang dihuni ribuan warga di 11 pulau.
Angkanya kecil, tapi maknanya besar. Skor kebebasan dan hak politik Indonesia versi Freedom House terus tergerus sejak 2019, dari 62 turun ke 57 dari skala 100. World Press Freedom Index 2025 pun mencatat posisi pers Indonesia merosot ke urutan 127 dari 180 negara.
Sengketa lahan di Indonesia tak pernah benar-benar reda. Data Konsorsium Pembaruan Agraria mencatat, sepanjang 2015-2023 ada 2.939 letusan konflik agraria yang menyeret lebih dari 638 ribu keluarga, mayoritas di sektor perkebunan, kehutanan, dan tambang. Selama ini penanganannya kerap baru bergerak setelah konflik meledak. Padahal, menurut tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM), ada satu sinyal yang sering luput diamati sejak awal: perubahan budaya masyarakat di wilayah rawan konflik.
Pernah datang ke kedai kopi atau resto kekinian, siap-siap bayar tunai, eh malah disodori tulisan “Cashless Only, Scan QRIS di Sini”? Fenomena ini makin sering ditemui, dari gerai ritel, restoran, sampai tempat hiburan. Alasannya klise: lebih praktis, lebih higienis, dan bebas risiko uang palsu.