“Dosen UM Bikin “Alat Deteksi Dini” Konflik Tanah Lewat Perubahan Budaya Warga”
Sengketa lahan di Indonesia tak pernah benar-benar reda. Data Konsorsium Pembaruan Agraria mencatat, sepanjang 2015-2023 ada 2.939 letusan konflik agraria yang menyeret lebih dari 638 ribu keluarga, mayoritas di sektor perkebunan, kehutanan, dan tambang. Selama ini penanganannya kerap baru bergerak setelah konflik meledak. Padahal, menurut tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM), ada satu sinyal yang sering luput diamati sejak awal: perubahan budaya masyarakat di wilayah rawan konflik.






