Karikatur: Pondasi Rumah Indonesia: Memaknai Pancasila sebagai Dasar Negara

Sumber Gambar: (Olahan Penulis, 2026).

Pancasila adalah norma dasar atau grundnorm Negara Republik Indonesia, dirumuskan oleh para pendiri sebagai gambaran esensi masyarakat Indonesia. Fungsinya adalah menyatukan beragam komponen bangsa agar tetap terikat dalam satu kesatuan nasional. Sebagai dasar negara, Pancasila bersifat konstan, kuat, dan tidak dapat diubah dalam sistem hukum Indonesia. Nilai-nilai di dalamnya mencakup aspek sejarah, budaya, hukum, dan filsafat yang menjadi identitas bangsa. Keberadaan Pancasila penting untuk menjamin kelangsungan kehidupan bernegara sesuai dengan aspirasi mulia masyarakat.


Pancasila juga menjadi pedoman dalam berbagai aktivitas masyarakat di beragam sektor kehidupan. Sifatnya yang adaptif memungkinkan nilai-nilai tersebut berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan maknanya. Menurut Gunadi (2022), aktualisasi nilai-nilai Pancasila perlu terus dilakukan agar tetap relevan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Fungsi utamanya sebagai sumber seluruh peraturan hukum memastikan bahwa setiap aturan berlandaskan prinsip keadilan dan moralitas. Masyarakat diharapkan menerapkan nilai-nilai itu dalam tindakan sehari-hari, sementara penyelenggara pemerintahan wajib berpegang pada cita-cita moral rakyat untuk menghindari penyimpangan.

Tanpa pedoman hidup yang jelas, sebuah bangsa mudah terombang-ambing karena kehilangan arah dan tujuan. Ketiadaan pedoman yang kuat berpotensi memicu perpecahan ketika menghadapi masalah dari dalam maupun luar. Nilai-nilai dari kelima sila harus tertanam dalam karakter setiap individu agar persatuan nasional tetap terjaga. Diskusi tentang Pancasila sebagai dasar negara tetap sangat relevan, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi yang dapat mengancam identitas bangsa.

Latar sosiologis inilah yang melatarbelakangi proposal karikatur satir berjudul “Pondasi Rumah Kita”. Karikatur ini memvisualkan kontras antara bangunan megah dan kokoh dengan bangunan yang runtuh akibat pondasi lemah. Kelima sila digambarkan sebagai pilar penyangga utama yang menjaga stabilitas struktur negara. Sisi bangunan yang hancur melambangkan bahaya nyata jika nilai-nilai Pancasila terlupakan. Teks satir pendampingnya memberi dorongan reflektif agar masyarakat menyadari pentingnya memelihara dasar negara. Karya seni ini dibuat sebagai sarana edukatif untuk membantu masyarakat memahami kompleksitas ideologi melalui pendekatan visual sederhana dan mudah dicerna. Harapannya, generasi muda tetap memelihara nilai-nilai Pancasila sehingga nilai-nilai tersebut tertanam dalam karakter individu demi menjaga persatuan dan kejayaan bangsa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Gunadi, N. (2022). Aktualisasi nilai-nilai dasar Pancasila dalam karakter kehidupan
bermasyarakat dan bernegara. Jurnal Statement: Media Informasi Sosial dan Pendidikan,
3(1), 1–10. https://doi.org/10.56745/js.v3i1.242

Kaelan. (2016). Pendidikan Pancasila. Paradigma.

Nurhikmah, A. R., & Nugrahaningtyas, N. (2021). Dinamika Pancasila sebagai dasar
negara dan pandangan hidup bangsa. Jurnal Pancasila.

Soeprapto. (2004). Implementasi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Jurnal Ketahanan Nasional, 10(2), 17–28.

Tiarylla, D. S., Azhima, L. U., & Saputri, Y. A. (2024). Pancasila sebagai dasar negara
di Indonesia. Indigenous Knowledge

Oleh: Raihan Andia Putra, Siti Alyana Najwa, Helena Tri Yarfa Octavia, Muhamad Fadlillah, Khanza Meidy Putri Azzahra-Universitas Brawijaya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Melawan Hegemoni Pemuda Pasar Owo Owo

Hegemoni adalah suatu bentuk dominasi yang tidak selalu dilakukan secara paksa, tetapi seringkali berlangsung secara halus dan ideologis, melalui kontrol budaya, nilai, dan cara berpikir masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, hegemoni dapat terlihat dalam praktik ekonomi, sosial, dan budaya yang dianggap wajar oleh masyarakat luas.

Kebudayaan Mengkeramatkan Pantangan Makan Lele di Desa Medang Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan

Penduduk di setiap wilayah memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri, seperti di Desa Medang Kecamatan Glagah Kabupaten lamongan. Kabupaten lamongan yang kerap dijuluki kota soto ini memiliki keunikan tersendiri, dengan ikon bandeng lele kabupaten lamongan ini eksis dan menarik. Kebudayaan di wilayah ini masih sangat dipegang teguh dan kental, salah satunya adalah pantangan makan lele.

Musisi Jalanan Di Kayu Tangan

Pinggiran jalan Kayu Tangan terdapat seniman musik jalanan yang biasa menampilkan pertunjukan musik di Kayu Tangan. Uniknya di sepanjang jalan Kayu Tangan terdapat 4-7 grup musik. Mereka biasa terdiri dari 5-6 anggota di setiap grup musik. Pertunjukan musik yang ditampilkan oleh musisi jalanan tersebut bisa dinikmati masyarakat yang singgah di sepanjang Kayu Tangan dan hanya membayar sukarela atau bisa gratis

Musik Remix dan Kesenian Bantengan: Pergeseran Nilai atau Pembaruan?

Lebih dari sekadar tarian, Bantengan adalah jantung budaya masyarakat Malang, sebuah perpaduan antara seni, spiritualitas, dan keberanian. Kesenian ini menampilkan sosok banteng sebagai tokoh utama, yang dimainkan oleh dua orang dalam satu kostum menyerupai banteng. Gerakan tarinya menggambarkan karakter seekor banteng liar, kuat, dan penuh energi.

UMKM Viral di Masa Sekarang : Maraknya Cafe Hidden Gems di Kota Malang

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan peran vital dalam perekonomian Indonesia, terlebih di era digital yang memudahkan penyebaran informasi dan promosi. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, UMKM yang bergerak di bidang kuliner, khususnya kafe, mulai mengambil langkah inovatif dengan menghadirkan konsep hidden gem

Scroll to Top