Author name: admin

Artikel/Opini

“Kampung Sanan Harus Dipandang Sebagai Warisan Pengetahuan Tradisional, Bukan Sekadar Sentra Tempe”

Kampung Sanan selama ini dikenal sebagai sentra produksi tempe yang menjadi salah satu ikon Kota Malang. Berbagai produk olahan tempe dari kawasan ini tidak hanya menopang perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga memperkuat citra Malang sebagai daerah dengan industri kreatif berbasis pangan yang berkembang. Namun, cara pandang yang hanya menempatkan Kampung Sanan sebagai sentra ekonomi sesungguhnya belum sepenuhnya menggambarkan nilai yang dimilikinya.
Di balik aktivitas produksi tempe yang berlangsung hingga saat ini, terdapat pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Pengetahuan mengenai proses fermentasi, pengolahan bahan baku, hingga keterampilan mempertahankan kualitas produk merupakan bentuk pengetahuan tradisional yang terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, aspek ini sering kali kalah mendapat perhatian dibandingkan nilai ekonomi dan wisata yang dimiliki Kampung Sanan. Padahal, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan menempatkan pengetahuan tradisional sebagai salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan yang perlu dilestarikan.

Artikel/Opini

”Sekar Lodra Menjadi Tren Terkini: Ekspresi Generasi Z Dalam Meningkatkan Tarian Klasik”

Pada era ketika globalisasi digital berkembang sangat pesat, Generasi Z hidup dalam kebudayaan yang berubah secepat informasi di media sosial. Tren muncul dan lenyap dalam sekejap. TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts kini bukan sekadar platform hiburan, melainkan “panggung utama” yang menunjukkan tolok ukur popularitas dan relevansi budaya. Apa yang viral hari ini bisa jadi sudah usang keesokan harinya.
Dalam dunia yang bergerak cepat ini, kebudayaan lokal sering kali berada di posisi yang kurang diunggulkan. Tarian tradisional, misalnya, kerap dianggap kaku, formal, dan sesungguhnya kurang menarik. Persepsi ini muncul bukan tanpa alasan. Terdapat jurang perbedaan estetika dan bahasa antara cara tradisional menampilkan tari dan cara Generasi Z mengonsumsi media yang lebih visual, cepat, serta interaktif. Penari K-pop dengan gerakan energik atau tantangan tari yang viral tampak lebih cocok dengan jati diri masa kini mereka.
Akibatnya, tarian tradisional sering dianggap sebagai warisan yang “perlu dijaga”, namun jarang dirasakan sebagai sesuatu yang bisa dinikmati, diadaptasi, dan terlebih dibanggakan. Hal ini menimbulkan krisis identitas tersembunyi: apakah warisan leluhur masih punya tempat di kehidupan anak muda sekarang?

Artikel/Opini

“Tradisi Manganan (Sedekah Bumi) Di Bojonegoro: Menjaga Budaya Warisan Ditengah Modernisasi”

Mengenal Tradisi Manganan di Bojonegoro

Indonesia memiliki beragam budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat Bojonegoro adalah Manganan. Tradisi ini merupakan kegiatan sedekah bumi yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat desa.
Pelaksanaan Manganan biasanya diawali dengan doa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Setiap warga membawa makanan dari rumah masing-masing untuk dinikmati bersama. Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk ungkapan syukur, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

Scroll to Top