“Pustakawan sebagai Navigator Pancasila”
Menghadapi wicked problems disinformasi digital, peran pustakawan melalui program literasi informasi menghadirkan nilai Pancasila untuk memperkuat integrasi nasional.
Menghadapi wicked problems disinformasi digital, peran pustakawan melalui program literasi informasi menghadirkan nilai Pancasila untuk memperkuat integrasi nasional.
Batavia didirikan sebagai markas besar Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Asia pada 30 Mei 1619 setelah penaklukan Jayakarta oleh VOC di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen.
Guru Honorer adalah tenaga pendidik yang belum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada instansi pendidikan formal, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.
Dalam sejarah Nusantara, prasasti menjadi salah satu sumber tertulis yang penting untuk memahami kondisi baik politik, sosial-ekonomi maupun kebudayaan pada masa kerajaan kuno.
Membaca prasasti-prasasti Jawa Kuno dari abad IX–X M, satu hal yang langsung mencolok adalah betapa seringnya muncul kata sima.
Rempah-rempah merupakan komoditas perdagangan yang memiliki peran penting dalam sejarah ekonomi dunia.
Legitimasi politik adalah pengakuan yang diberikan rakyat kepada pemimpinnya agar ia memiliki hak sah untuk memerintah. Dalam sejarah kerajaan di Jawa, pemimpin sering menggunakan cerita kesaktian atau garis keturunan dewa untuk mendapatkan kepercayaan ini, seperti Ken Arok yang mengaku sebagai putra Dewa Brahma saat mendirikan Kerajaan Singhasari agar kekuasaannya dianggap suci.
Perundungan bukan sekadar pertengkaran biasa antar-siswa. Secara sederhana, perundungan adalah tindakan menyakiti orang lain secara sengaja dan dilakukan berulang kali baik secara fisik, verbal, maupun dengan cara mengucilkan seseorang dari pergaulan.
Kedatangan Bangsa Portugis bukan hanya sekadar menginginkan rempah-rempah yang dihasilkan Bumi Nusantara terutama di wilayah Maluku, namun nusantara memiliki beberapa faktor lain yang membuat Bangsa Portugis tertarik ke nusantara.
Pada abad ke-17 hingga ke-18, kehadiran VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) di Nusantara tidak hanya mengubah pola perdagangan, tetapi juga membentuk sistem sosial yang kompleks melalui migrasi paksa dan perbudakan.