“RELEVANSI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DI ERA MODERN”
Kita hidup di zaman yang bergerak sangat cepat. Teknologi berkembang pesat, informasi mengalir tanpa henti, dan pengaruh budaya dari luar […]
Kita hidup di zaman yang bergerak sangat cepat. Teknologi berkembang pesat, informasi mengalir tanpa henti, dan pengaruh budaya dari luar […]
Sumber Gambar: (Olahan Penulis, 2026) Kehidupan berbangsa dan bernegara pada era kontemporer menempatkan Pancasila tidak hanya sebagai rangkaian sila yang
Sumber Gambar: (Olahan Penulis, 2026) Karikatur berjudul “Tameng Penjaga Keberagaman: Pancasila di Arus Modernisasi” menggambarkan Pancasila sebagai tameng utama yang
Ulfa Alfiah (Universitas Brawijaya) I. LATAR BELAKANG Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman budaya yang sangat kaya. Setiap daerah
Oleh: Muhammad ‘Azizul Muttaqin (Universitas Brawijaya) PendahuluanIndonesia suka berbicara tentang kedaulatan pangan, tetapi sering lupa pada orang yang membuat pangan
Kota Malang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan di Indonesia yang setiap tahunnya menerima ribuan mahasiswa dari berbagai daerah, suku,
Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sektor pertanian Indonesia saat ini. Cuaca yang semakin tidak menentu membuat
PENDAHULUANSektor pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional Indonesia karena menjadi penopang utama ketahanan pangan, penyedia lapangan kerja, dan sumber
Globalisasi yang berlangsung secara masif telah mengubah pola interaksi di Indonesia secara drastis, memindahkan pusat aktivitas sosial dari dunia fisik
Kampung Sanan selama ini dikenal sebagai sentra produksi tempe yang menjadi salah satu ikon Kota Malang. Berbagai produk olahan tempe dari kawasan ini tidak hanya menopang perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga memperkuat citra Malang sebagai daerah dengan industri kreatif berbasis pangan yang berkembang. Namun, cara pandang yang hanya menempatkan Kampung Sanan sebagai sentra ekonomi sesungguhnya belum sepenuhnya menggambarkan nilai yang dimilikinya.
Di balik aktivitas produksi tempe yang berlangsung hingga saat ini, terdapat pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Pengetahuan mengenai proses fermentasi, pengolahan bahan baku, hingga keterampilan mempertahankan kualitas produk merupakan bentuk pengetahuan tradisional yang terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, aspek ini sering kali kalah mendapat perhatian dibandingkan nilai ekonomi dan wisata yang dimiliki Kampung Sanan. Padahal, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan menempatkan pengetahuan tradisional sebagai salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan yang perlu dilestarikan.