“Ketika Persatuan Hanya Slogan”
Eksklusivisme dan Egoisme sektoral di Indonesia bukan terjadi begitu saja melainkan sebuah Sejarah yang lahir dengan ketidak sengajaan, tetapi sudah tumbuh begitu subur karena secara sadar dipelihara oleh mereka untuk instrument meraup suara dan mempertahankan kekuasaan. I









