November 26, 2025

Artikel/Opini

Simbol yang Dilarang, Suara yang Dibungkam: One Piece Flag Protest dan Batas Kebebasan Ekspresi di Indonesia

Di berbagai negara, simbol dari dunia fiksi dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi sosial dan politik yang kuat. Di Nepal, bendera One Piece dikibarkan oleh masyarakat yang menuntut transparansi pemerintahan serta pemberantasan korupsi yang merugikan publik. Sementara di Prancis, simbol bajak laut tersebut muncul di tengah demonstrasi menentang kebijakan ekonomi yang dianggap belum berpihak pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Kedua peristiwa ini memperlihatkan bahwa budaya populer telah melampaui fungsinya sebagai hiburan semata yang kini justru menjadi bahasa moral dan solidaritas dalam menyuarakan keadilan.

Artikel/Opini

Oriental Circus Indonesia: Hak yang Tertinggal di Panggung Hiburan

Cerita tentang dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Sirkus OCI Taman Safari Bogor terasa seperti membuka lembaran lama yang disembunyikan di balik tirai pertunjukan. Pada akhir 1990-an, anak-anak dibawa masuk ke dunia sirkus tanpa pernah mengetahui asal-usul mereka, tanpa pendidikan layak, dan tanpa kesempatan untuk tumbuh sesuai martabatnya sebagai warga negara. Padahal, Pembukaan UUD 1945 menegaskan tujuan negara “mencerdaskan kehidupan bangsa.”

Artikel/Opini

Aksi Kamisan di Kota Malang Sebagai Cerminan Demokrasi dan Perjuangan Rakyat Sipil dalam Menegakkan Keadilan di Indonesia

Setiap Kamis sore, ketika hiruk-pikuk Alun-Alun Tugu Malang mereda, sekelompok warga berpakaian serba hitam berdiri diam dengan payung hitam terbuka. Mereka bukan tengah berpose untuk dokumentasi kota; mereka sedang menuntut negara untuk tidak diam terhadap keadilan yang sampai hari ini masih buntu. Aksi ini adalah Aksi Kamisan Kota Malang gerakan yang lahir dari denyut masyarakat sipil yang bosan menunggu, tetapi memilih menagih dengan cara yang beradab.

Artikel/Opini

Pembangunan di Bali dalam beberapa tahun terakhir kerap dihubungkan dengan citra kemajuan dan peningkatan kebutuhan energi. Namun, di balik narasi besar tersebut, terdapat kisah lain yang jarang ditampilkan: kisah masyarakat pesisir Celukan Bawang yang harus membayar harga mahal atas berdirinya PLTU berbahan bakar batu bara.

Scroll to Top