Bahasa Ibu di Ujung Senyap: Kepunahan Bahasa Daerah sebagai Ancaman terhadap Persatuan Bangsa
Oleh: SALWA CANTIKA RAMADHANI SOFIYAN (Universitas Brawijaya) I. LATAR BELAKANGDi sebuah desa kecil di pesisir Maluku, seorang nenek berbicara dalam […]
Oleh: SALWA CANTIKA RAMADHANI SOFIYAN (Universitas Brawijaya) I. LATAR BELAKANGDi sebuah desa kecil di pesisir Maluku, seorang nenek berbicara dalam […]
Pada masa kolonial Belanda, pribumi Indonesia tidak sekadar diperlakukan sebagai warga kelas dua, melainkan secara terang-terangan dianggap bukan manusia beradab. Istilah menghina seperti “Inlander” dan perumpamaan Rasis “Monyet” kerap digunakan dalam literatur, surat kabar, dan dokumen resmi kolonial untuk menggambarkan orang Indonesia sebagai makhluk malas, bodoh, primitif, dan tak mampu menjangkau pemikiran modern.
Sejarah batik Malangan tergolong relatif baru, di mana perkembangan industri batik di Malang secara umum baru tumbuh sejak sekitar tahun 2000-an.
Ketika kita menyeberangi Jembatan Suramadu, perbedaan pembangunan antara Surabaya dan Madura terasa begitu mencolok. Di satu sisi, Surabaya tumbuh sebagai kota metropolitan dengan gedung-gedung tinggi, infrastruktur modern, dan pusat ekonomi yang ramai.
Ketika berbicara tentang demokrasi, bayangan sebagian orang biasanya tertuju pada proses pemilu, perdebatan wakil rakyat, atau dinamika politik di televisi. Padahal, praktik demokrasi paling nyata justru berlangsung di ruang-ruang kecil dalam kehidupan sehari-hari: di pos ronda, rapat RT, atau perbincangan warga mengenai kondisi kampung.
Budaya last minute adalah kebiasaan menunda pengerjaan tugas hingga mendekati batasi waktu yang ditentukan. Hal ini banyak terjadi di kalangan mahasiswa dan sering kali disebabkan oleh lemahnya disiplin diri, pengelolaan waktu yang tidak efektif, serta ketergantungan pada tekanan untuk mendorong produktivitas. Mahasiswa sering kali merasa lebih fokus saat dihadapkan dengan situasi yang mendesak, meskipun hal ini menghasilkan pekerjaan yang terburu-buru dan kualitas yang kurang baik.
“Klik, bagikan, dan percaya.” Slogan sederhana ini sehari-hari menampilkan sisi demokrasi baru.
Karikatur berjudul “KANJURUHAN” menggambarkan pertentangan batin antara korban tragedi Kanjuruhan dengan aparat yang seharusnya melindungi masyarakat. Dialog antara supporter dan pejabat atau polisi menjadi cerminan ketegangan antara rakyat yang menuntut keadilan dan pihak berwenang yang berusaha menutupi kebenaran.
Karikatur ini menggambarkan kekhawatiran mendalam terhadap kebebasan pers di Indonesia, khususnya ancaman yang diterima wartawan ketika mengungkap kebenaran tentang kasus-kasus seperti korupsi, suap, dan penyalahgunaan kekuasaan lainnya.
Bakso merupakan makanan berbentuk bulat yang terbuat dari olahan daging sapi maupun ayam.