“Karakteristik Makam Hias Pada Kerajaan-Kerajaan Aceh”
Penggunaan kaligrafi Arab pada nisan menjadi tradisi baru umat Islam pada masa Kesultanan Aceh setelah runtuhnya Kerajaan Samudera Pasai.
Penggunaan kaligrafi Arab pada nisan menjadi tradisi baru umat Islam pada masa Kesultanan Aceh setelah runtuhnya Kerajaan Samudera Pasai.
Bahasa Melayu Kuno selama ini lebih sering dikaitkan dengan pusat kekuasaan Sriwijaya di Sumatra. Namun, temuan beberapa prasasti di Pulau Jawa menunjukkan bahwa bahasa tersebut juga digunakan di luar wilayah asalnya.
Sejak awal abad ke-16, Tomé Pires dalam Suma Oriental (1512-1515) telah mengagumi Makassar sebagai pelabuhan makmur dengan pedagang yang dikenal “hebat dan pemberani.”
Legitimasi adalah pengakuan dan penerimaan terhadap kewenangan yang dimiliki oleh individu atau kelompok, sehingga dianggap sah, wajar, dan layak untuk dihormati sesuai dengan norma atau aturan di masyarakat (Budiardjo, 2008; Ramadhana, 2016, dalam Pratiwi, dkk., 2024).
Pada abad ke-16 merupakan periode penting dalam sejarah Nusantara, terutama di kawasan Maluku yang dikenal sebagai pusat perdagangan rempah dunia.
Abad ke-16 menandai era ekspansi besar Eropa ke Nusantara, khususnya Kepulauan Maluku sebagai pusat perdagangan rempah dunia
Maluku dikenal sebagai daerah penghasil cengkih terbesar di dunia sejak abad ke-16. Sebelum kedatangan bangsa Eropa, wilayah Nusantara telah terbentuk jaringan perdagangan rempah-rempah yang melibatkan pedagang-pedagang Melayu, Jawa, Makassar, bahkan pedagang Arab dan Cina.
Batavia yang didirikan oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada tahun 1619 berkembang menjadi pusat perdagangan penting di Asia.
Sejarah Batavia abad ke-16 dan 17 tidak hanya tentang kolonialisme Belanda (VOC) dan penderitaan rakyat pribumi di Hindia Belanda, tetapi juga tentang kaum asing minoritas yang terpinggirkan secara sosial-politis dan dihantui tekanan bangsa lain.
Dari sisi kemajuan teknologi, pasal-pasal medis dalam Kode Hammurabi menggambarkan bahwa masyarakat Babilonia telah mengenal teknologi primitif seperti pisau perunggu atau pisau bedah (Bronze Lancet) tanpa anestesi.