“Gagasan Manusia Indonesia dan Politik Kewargaan Indonesia Kontemporer, serta lunturnya identitas Nasional akibat Pengaruh Media Sosial”
Pada masa kolonial Belanda, pribumi Indonesia tidak sekadar diperlakukan sebagai warga kelas dua, melainkan secara terang-terangan dianggap bukan manusia beradab. Istilah menghina seperti “Inlander” dan perumpamaan Rasis “Monyet” kerap digunakan dalam literatur, surat kabar, dan dokumen resmi kolonial untuk menggambarkan orang Indonesia sebagai makhluk malas, bodoh, primitif, dan tak mampu menjangkau pemikiran modern.









