June 10, 2026

Artikel/Opini

“Pandangan Generasi Muda Terhadap Bahasa Jawa”

Di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi bahasa asing dalam percakapan sehari-hari, patut dipertanyakan apakah generasi muda benar-benar mulai melupakan bahasa Jawa? Faktanya, penggunaan bahasa di kalangan anak muda sering kali memperlihatkan kecenderungan untuk memilih bahasa yang dianggap lebih praktis dan universal. Namun, ada pertimbangan fungsional mengapa bahasa Jawa tidak selalu menjadi pilihan utama. Dalam ruang akademik atau formal, bahasa ini kerap tergeser oleh bahasa lain yang dianggap lebih universal. Hal ini membuat bahasa Jawa kalah dalam hal jangkauan, tetapi bukan berarti kehilangan makna. Generasi muda sebenarnya tidak menolak bahasa Jawa, melainkan menyesuaikan dengan kebutuhan komunikasi yang lebih luas. Bahasa Jawa tetap dipandang sebagai identitas, tetapi penggunaannya terbatas pada konteks tertentu yang dianggap sesuai.

Artikel/Opini

“Kupatan Kecamatan Sugio: Merawat Silaturahmi, Menjaga Identitas Budaya Lamongan”

LAMONGAN – Di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi yang mengikis sekat-sekat sosial, masyarakat Kabupaten Lamongan, khususnya di wilayah Kecamatan Sugio, masih memegang teguh warisan leluhur yang sarat akan makna. Salah satu manifestasi budaya yang tetap eksis dan hidup di tengah masyarakat adalah Tradisi Kupatan (Lebaran Ketupat). Lebih dari sekadar ritual tahunan pasca-Hari Raya Idulfitri, Kupatan merupakan sebuah medium kultural yang efektif dalam merajut kembali tali silaturahmi, memperkuat solidaritas sosial, sekaligus meneguhkan identitas lokal masyarakat Sugio di era kontemporer.

Scroll to Top