“Kampung Sanan Harus Dipandang Sebagai Warisan Pengetahuan Tradisional, Bukan Sekadar Sentra Tempe”
Kampung Sanan selama ini dikenal sebagai sentra produksi tempe yang menjadi salah satu ikon Kota Malang. Berbagai produk olahan tempe dari kawasan ini tidak hanya menopang perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga memperkuat citra Malang sebagai daerah dengan industri kreatif berbasis pangan yang berkembang. Namun, cara pandang yang hanya menempatkan Kampung Sanan sebagai sentra ekonomi sesungguhnya belum sepenuhnya menggambarkan nilai yang dimilikinya.
Di balik aktivitas produksi tempe yang berlangsung hingga saat ini, terdapat pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Pengetahuan mengenai proses fermentasi, pengolahan bahan baku, hingga keterampilan mempertahankan kualitas produk merupakan bentuk pengetahuan tradisional yang terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, aspek ini sering kali kalah mendapat perhatian dibandingkan nilai ekonomi dan wisata yang dimiliki Kampung Sanan. Padahal, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan menempatkan pengetahuan tradisional sebagai salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan yang perlu dilestarikan.






