Karikatur ini berakar dari ironi tajam antara janji-janji luhur yang disampaikan dalam konferensi pers resmi para pejabat di Kota Malang mengenai ketersediaan dan subsidi pupuk, dengan realitas yang dialami petani di lapangan yang semestinya diselesaikan melalui Rembuk Tani (musyawarah petani).
Masyarakat Indonesia sedang dihadapkan dengan trend viral “Sound Horeg”
Tren ini sering digunakan sebagai hiburan untuk memeriahkan berbagai kegiatan di masyarakat seperti kegiatan penyambutan bulan kemerdekaan. Sound Horeg berupa speaker super besar yang terpasang di mobil dan berkeliling di jalanan.
Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila: Solusi Krisis Etika Remaja
“Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang kaya, tetapi bangsa yang berpegang teguh pada nilai-nilai luhur budayanya.”
Ketidaksetaraan Akses Internet: HAM yang Tertinggal di Era Digital
Coba bayangkan, di era serba digital ini, Anda termasuk segelintir orang yang tidak dapat mencari lowongan kerja atau bahkan hanya sekadar mengakses berita terbaru karena tidak memiliki akses internet.
Penerapan Nilai-Nilai Etika dan Moral Mahasiswa Universitas Brawijaya dalam Mendukung Kampus Inklusif
Inklusi sosial merupakan pondasi penting dalam membangun masyarakat yang adil dan setara. Dalam konteks pendidikan tinggi, konsep ini menjadi semakin relevan karena kampus berfungsi sebagai ruang pembentukan karakter, nilai, dan budaya interaksi sosial generasi muda.
Perspektif Mahasiswa di Kota Malang Terhadap Kebiasaan Meminum Minuman Keras
Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan yang menjadi tujuan ribuan mahasiswa dari berbagai daerah Indonesia.
Lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya nyaman dan mendukung proses belajar.
Ironi di Balik Seragam: Kawan Jadi Korban
“Kebebasan tidak pernah diberikan, ia diraih. Keadilan tidak pernah diberikan, ia dituntut.”
A. Philip Randolph
“Budaya Nasional Masih Memusat, Osing Butuh Pengakuan”
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya luar biasa, dengan sekitar 1.300 suku bangsa dan berbagai bahasa daerah (Badan Pusat Statistik, 2023).
Ketika Algoritma Menguasai Patriotisme: Didorong oleh Jempol, Melupakan Akal Sehat
Kalimat ini paling sesuai dengan kondisi saat ini. Setiap kali kita membuka media sosial, layar kita langsung dipenuhi oleh berbagai konten yang seakan tahu persis apa yang ingin ditonton.









