Lingkungan kampus merupakan tempat yang berfungsi sebagai wadah perkembangan intelektual, sosial, dan moral bagi mahasiswa. Cara berpakaian memiliki peranan penting sebagai refleksi dari nilai-nilai dan norma yang dihargai. Materi tentang etika berpakaian dirancang untuk memberikan wawasan yang mendalam mengenai pentingnya berpakaian yang sopan, nyaman, dan sesuai dengan konteks. Tidak hanya berpengaruh pada citra diri individu, tetapi juga membantu untuk menjaga keharmonisan di komunitas kampus. Etika berpakaian dalam lingkungan kampus bukan sekadar aturan resmi, melainkan juga cerminan akan tanggung jawab bersama untuk menciptakan suasana yang ramah dan sopan.
Pengetahuan mengenai etika berpakaian di kampus sangat penting untuk mendukung suasana belajar yang baik dan harmonis. Penyelidikan berbagai aspek etika berpakaian meliputi pedoman umum, agama, budaya, hingga contoh nyata di kampus. Etika berpakaian di lingkungan kampus dapat meningkatkan kesadaran dan mendorong tindakan yang lebih bertanggung jawab. Citra positif berpakaian menumbuhkan rasa saling menghormati, dan menjaga keharmonisan lingkungan akademik. Kampus akan menjadi tempat yang lebih harmonis dan mendidik bagi semua orang dengan beretika berpakaian.
Etika berasal dari kata Yunani ethos yang bermakna kebiasaan atau watak. Etika berkaitan dengan perilaku manusia dalam bertindak dan membahas tentang nilai baik serta buruk dalam kehidupan. Etika menjadi dasar dalam menentukan tindakan manusia yang pantas serta menunjukkan cara manusia bersikap terhadap sesama. Sebagai ilmu yang mempelajari perilaku manusia dari sudut pandang moral, etika menilai tindakan manusia berdasarkan norma kehidupan dan menuntun manusia pada perbuatan yang sesuai dengan nilai kemanusiaan.
Etika memiliki hubungan erat dengan moralitas, karena moralitas berisi aturan hidup dalam masyarakat, sedangkan etika menelaah nilai moral secara rasional. Hal ini menilai apakah suatu tindakan pantas atau tidak serta melatih manusia untuk berpikir sebelum bertindak. Dalam kehidupan sehari-hari, etika tampak dalam cara berbicara, bersikap, dan berperilaku. Etika menjaga manusia agar tidak merugikan orang lain, menciptakan keharmonisan antar individu, serta menumbuhkan rasa hormat terhadap sesama sehingga membentuk kepribadian yang beradab.
Secara keseluruhan, etika bermakna pedoman hidup manusia yang mengarahkan pada kebaikan dan menjadi cermin kesadaran diri dalam bertindak. Etika menuntun manusia menuju kehidupan yang tertib dan bermartabat, serta menjadi dasar terciptanya masyarakat yang berkeadilan. Dengan demikian, etika menunjukkan nilai kemanusiaan yang luhur dan menjadi landasan penting dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Etika berpakaian merupakan salah satu bentuk kesopanan dan profesionalitas mahasiswa. Pakaian rapi, sopan, bersih menunjukkan penghormatan terhadap diri, sesama mahasiswa, dosen, serta lingkungan akademik. Etika berpakaian menggambarkan tanggung jawab dan kedewasaan dalam menyesuaikan diri dengan suasana pendidikan yang formal dan beretika. Penerapan aturan berpakaian menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta integritas. Penampilan layaknya calon profesional membentuk karakter berwibawa dan menghargai norma sosial. Etika berpakaian menjadi bagian pembelajaran moral dan budaya akademik yang menciptakan suasana belajar beretika.
Dalam konteks lingkungan akademik, khususnya di Universitas Brawijaya, etika berpakaian menjadi isu penting yang sering diperdebatkan. Beberapa penelitian telah mengeksplorasi dampak cara berpakaian terhadap persepsi dan penerimaan di kalangan mahasiswa dan dosen. cara berpakaian mahasiswa perempuan dapat mempengaruhi interpretasi dosen terhadap mereka, baik secara positif maupun negatif. Di sisi lain, adanya hubungan antara cara berpakaian siswa dan prestasi akademik mereka. mahasiswa/i yang berpakaian sopan dan rapi cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa/i yang berpakaian tidak rapi atau provokatif. Meskipun demikian, pedoman etika berpakaian di lingkungan akademik seringkali didasarkan pada norma-norma budaya dan sosial tertentu, tanpa mempertimbangkan perspektif keagamaan secara mendalam. Hal ini dapat menyebabkan konflik atau ketidaknyamanan bagi individu yang berasal dari latar belakang keagamaan yang berbeda.
Peraturan Rektor Universitas Brawijaya Nomor 63 tahun 2023 tentang kode etik mahasiswa. Bab IV Pasal 4 huruf h menyatakan untuk berpakaian dan/atau berpenampilan sederhana, sopan, rapi, bersih, serta tidak bertentangan dengan norma agama, susila, sosial dan/atau hukum. Kemudian Bab V Pasal 6 huruf h menyatakan berpenampilan sopan dan rapi dengan tidak memakai sandal, kaos oblong, dan pakaian ketat serta terbuka pada saat melaksanakan kegiatan akademik.
Dalam lingkup prodi Ilmu Kelautan, etika berpakaian sangat amat dijunjung tinggi. Dari hasil wawancara kami dengan kakak tingkat terdapat salah satu bentuk pengamalan etika berpakaian dalam prodi Ilmu Kelautan yang dilaksanakan dengan membuat dan memakai jaket himpunan dan baju angkatan yang sesuai dengan ketentuan FPIK. Terdapat hari-hari khusus di mana satu angkatan akan kompak menggunakan setelan pakaian yang sama, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kekompakan dan rasa kekeluargaan antar mahasiswa prodi Ilmu Kelautan. Jaket himpunan dan baju angkatan juga menjadi pembeda antara prodi satu dan prodi lainnya. Biasanya atasan ini dipadukan dengan celana denim dan sepatu boots ataupun Docmart untuk menambah kesan yang modis. Sehingga selain mengamalkan nilai etika dalam berpakaian, tata cara berpakaian ini membuat lebih terlihat modis dan mengikuti trend.
Achmad Rafa Jauhar, Davies Raihan Ramadhana, Eden Louis Sabrina, Muhammad Rifqy Iqbal Rifansyah, Nabila Ayu Kusuma Wardani, Shava Orlend Izzatasaq
Universitas Brawijaya




