“Ketika Hujan Datang”

Peralihan lahan resapan air menjadi lahan pertanian maupun pemukiman warga telah menunjukkan dampaknya. Salah satu desa kecil di kaki gunung menjadi korban atas dampak peralihan lahan resapan air menjadi lahan pemukiman villa dan lahan pertanian. Padahal dearah resapan air adalah daerah yang dilindungi, hal ini tercatat pada Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2014 tentang Konservasi Tanah dan Air, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B).

Lahan lahan di lereng gunung yang seharusnya menjadi tempat resapan air berubah menjadi lahan pertanian, pemukiman villa mewah, hingga cafe cafe baru. Hal tersebut memang menaikkan perkonomian di desa ini, namun kita juga harus memikirkan bagaimana dampak yang akan datang. Dalam kurun 5 tahun kebelakang, banyak villa dan cafe baru yang berdiri. Saat hujan deras sering kali aliran air dari lereng gunung sangatlah deras hingga air di sungai meluap bahkan hingga masuk ke dalam pemukiman warga. Hal tersebut disebabkan kurangnya lahan resapan air, membuat air yang harusnya di serap oleh tanah mengalir begitu saja ke sungai dan jalan jalan desa.

Solusi dari pemerintah saat ini adalah membangun dan memperbaiki aliran air dengan menbuat gorong gorong yang terbukti mengurangi banjir secara signifikan, dan juga pelestarian hutan bambu yang diharapkan mampu menyerap air. Namun sayangnya pembangunan villa dan cafe tidak berhenti dan telah lahir tempat tempat baru.

Indri Juniartia Sujarwono, Desy Wahyunita Sari, Difa Sajidah Sahelangi

Universitas Brawijaya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Melawan Hegemoni Pemuda Pasar Owo Owo

Hegemoni adalah suatu bentuk dominasi yang tidak selalu dilakukan secara paksa, tetapi seringkali berlangsung secara halus dan ideologis, melalui kontrol budaya, nilai, dan cara berpikir masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, hegemoni dapat terlihat dalam praktik ekonomi, sosial, dan budaya yang dianggap wajar oleh masyarakat luas.

Kebudayaan Mengkeramatkan Pantangan Makan Lele di Desa Medang Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan

Penduduk di setiap wilayah memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri, seperti di Desa Medang Kecamatan Glagah Kabupaten lamongan. Kabupaten lamongan yang kerap dijuluki kota soto ini memiliki keunikan tersendiri, dengan ikon bandeng lele kabupaten lamongan ini eksis dan menarik. Kebudayaan di wilayah ini masih sangat dipegang teguh dan kental, salah satunya adalah pantangan makan lele.

Musisi Jalanan Di Kayu Tangan

Pinggiran jalan Kayu Tangan terdapat seniman musik jalanan yang biasa menampilkan pertunjukan musik di Kayu Tangan. Uniknya di sepanjang jalan Kayu Tangan terdapat 4-7 grup musik. Mereka biasa terdiri dari 5-6 anggota di setiap grup musik. Pertunjukan musik yang ditampilkan oleh musisi jalanan tersebut bisa dinikmati masyarakat yang singgah di sepanjang Kayu Tangan dan hanya membayar sukarela atau bisa gratis

Musik Remix dan Kesenian Bantengan: Pergeseran Nilai atau Pembaruan?

Lebih dari sekadar tarian, Bantengan adalah jantung budaya masyarakat Malang, sebuah perpaduan antara seni, spiritualitas, dan keberanian. Kesenian ini menampilkan sosok banteng sebagai tokoh utama, yang dimainkan oleh dua orang dalam satu kostum menyerupai banteng. Gerakan tarinya menggambarkan karakter seekor banteng liar, kuat, dan penuh energi.

UMKM Viral di Masa Sekarang : Maraknya Cafe Hidden Gems di Kota Malang

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan peran vital dalam perekonomian Indonesia, terlebih di era digital yang memudahkan penyebaran informasi dan promosi. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, UMKM yang bergerak di bidang kuliner, khususnya kafe, mulai mengambil langkah inovatif dengan menghadirkan konsep hidden gem

Scroll to Top