Becak menjadi salah satu transportasi yang masih sering ditemui di Indonesia. Becak sendiri memiliki dua versi yakni becak kayuh dan becak motor yang biasanya digunakan oleh berbagai elemen masyarakat. Becak pertama kali dikenalkan kepada masyarakat Indonesia pada tahun 1930-an yang awalnya digunakan sebagai alat transportasi barang di awal abad ke-20. Becak kemudian menjadi transportasi yang digunakan oleh masyarakat umum pada tahun 1940-an serta semakin meningkat dengan pesat dan terus digunakan hingga saat ini. Becak merupakan kendaraan roda tiga yang diandalkan oleh tenaga manusia dengan mengayuh atau menggunakan mesin sebagai penggeraknya. Kapasitas normal becak kayuh maupun becak motor memiliki kapasitas yang sama yaitu dua penumpang dan satu pengemudi. Pengoperasian becak dapat dilakukan serta dapat dikerjakan oleh semua kalangan dari remaja hingga dewasa karena pekerjaan tukang becak tidak memiliki aturan tentang batasan-batasan dalam mengoperasikannya. Cukup dengan memiliki becak dan bisa mengoperasikannya saja sudah bisa untuk digunakan dalam mencari penumpang, sehingga biasanya tukang becak memiliki sewaan dan telah terjadwal untuk mengantar serta menjemput pelanggan.
Keunikan Becak sebagai Moda Transportasi
Becak sebagai salah satu moda transportasi tradisional, memiliki berbagai keunikan dan keunggulan yang membuatnya tetap relevan di tengah perubahan zaman, terutama di beberapa daerah di Indonesia. Keunikan dan keunggulan ini mencakup berbagai aspek, seperti ekonomi, lingkungan, serta fleksibilitas operasional. Dari aspek ekonomi, becak menjadi sumber penghidupan bagi banyak pengemudinya, khususnya bagi mereka yang menghadapi keterbatasan dalam mengakses pekerjaan formal. Biaya operasional becak tergolong rendah karena tidak memerlukan bahan bakar minyak dan perawatan yang rumit. Situasi ini menjadikan becak sebagai alternatif transportasi yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, keberadaan becak juga berkontribusi pada perekonomian lokal melalui interaksi antara pengemudi dan penumpang, yang sering terjadi di pasar tradisional atau pusat-pusat keramaian. Dari aspek lingkungan, becak adalah moda transportasi
yang sangat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buan, ini berbeda dengan kendaraan bermotor yang berperan dalam meningkatkan polusi udara dan berkontribusi terhadap perubahan iklim. Dengan menggunakan becak, kita dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor dan berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan bersih. Dari segi fleksibilitas operasional, becak memiliki kemampuan unik untuk menjangkau gang-gang sempit dan jalan-jalan kecil yang sulit diakses oleh kendaraan mobil. Keunggulan ini menjadikan becak pilihan transportasi yang sangat ideal di kawasan padat penduduk atau pasar tradisional yang memiliki keterbatasan akses. Selain itu, becak juga mudah dioperasikan dan diparkir di berbagai lokasi untuk kegiatan pariwisata, memberikan kenyamanan tersendiri bagi pengemudi maupun penumpangnya.
Alasan Ketidaklayakan Becak sebagai Transportasi Umum
Berbagai macam transportasi umum yang ada menjadi fasilitas dalam mempermudah masyarakat untuk bepergian. Salah satu transportasi umum yang sudah lama ada hingga saat ini adalah becak. Keberadaan becak dimulai dengan sepeda yang dikayuh dalam mengantarkan para penumpangnya hingga saat ini sebagian besar beralih menggunakan sepeda motor supaya jangkauan jarak dapat lebih jauh. Namun, keberadaan becak di era canggihnya teknologi saat ini membuat keberadaannya terancam karena masyarakat memilih untuk menggunakan transportasi lain yang lebih efisien dari segi waktu, harga, dan jangkauan jarak yang ditempuh dapat lebih jauh. Hal tersebut membuat keberadaan becak dinilai kurang layak untuk dijadikan sebagai transportasi umum karena transportasi ini memerlukan tenaga yang ekstra dan terbatasnya jarak yang ditempuh. Bahkan orang yang menjadikan becak sebagai sumber utama mata pencahariannya pun sudah memiliki umur yang bisa dibilang tidak lagi kuat untuk membawa penumpang sejauh permintaannya. Sehingga, ketidaklayakan becak sebagai transportasi umum perlu untuk mendapat perhatian lebih dari pihak pemerintah apabila hanya itu yang bisa dilakukan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kecepatan dalam mengantarkan penumpang tidak secepat transportasi umum lainnya, kemudian adanya batasan dalam menampung penumpang yang di mana hal ini terkadang terdapat barang-barang lain yang dibawa, sehingga kurang efisien dan kurang cocok untuk seseorang yang bepergian lebih dari dua orang. Dalam hal biaya cenderung lebih mahal, kemudian standar becak kurang memberi kenyamanan bagi para penumpang karena fasilitas yang diberikan seadanya. Sehingga, kekurangan-kekurangan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa keberadaan becak dinilai kurang layak untuk dijadikan sebagai transportasi umum.
Bagaimana Jika Becak Tidak Difungsikan Lagi di Indonesia?
Becak sebagai salah satu moda transportasi memang memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri. Namun kelebihan tersebut cenderung kurang jika becak dimanfaatkan sebagai transportasi umum. Kekurangan dari becak sebagai moda transportasi umum membawa pada keadaan kurang layaknya becak untuk digunakan sebagai transportasi umum. Jika becak benar- benar ditinggalkan maka berarti Indonesia juga akan kehilangan warisan budaya dan salah satu keunikan dalam moda transportasi yang dimiliki. Dampak dari segi sosial ekonomi juga akan dirasakan jika becak tidak lagi digunakan. Kekurangan-kekurangan yang ada serta tidak mampunya becak bersaing untuk memberikan kelayakan sebagai moda transportasi umum memberikan dampak pada jumlah penumpang becak. Masyarakat yang berminat mengandalkan becak sebagai transportasi yang digunakan dalam bermobilisasi akan terus mengalami penurunan. Hal tersebut kemudian membawa dampak yang cukup berpengaruh terhadap kondisi ekonomi pengemudi becak. Pendapatan pengemudi becak akan terus mengalami penurunan karena semakin ditinggalkan, bahkan mungkin saja pengemudi becak akan kehilangan mata pencahariannya.
Becak Wisata sebagai Alternatif
Kondisi yang menunjukkan tidak layaknya becak sebagai transportasi umum yang ditunjukkan bukan berarti harus meniadakan keberadaan becak. Meskipun becak tidak lagi layak digunakan sebagai transportasi umum namun becak tetap dapat digunakan sebagai kebutuhan pariwisata atau mengusung konsep “Becak Wisata”. Tempat wisata atau kampung wisata dengan rute jalan tertentu di dalamnya yang cukup panjang dapat menjadikan becak sebagai bagian dari kegiatan pariwisata. Pengunjung kampung wisata dapat menggunakan becak sebagai kebutuhan mobilisasi dalam kegiatan pariwisata yang dilakukan. Dalam konteks kebutuhan pariwisata becak tidak hanya akan menjadi alat mobilisasi wisata tetapi juga dapat digunakan sebagai penambah daya tarik dari wisata. Pengemudi becak juga perlu untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi serta pemahaman terkait objek wisata yang ada sehingga mendukung kenyamanan dan ketertarikan pengunjung wisata. Dengan memanfaatkan becak dalam kebutuhan pariwisata maka akan tetap mempertahankan eksistensi becak di Indonesia yang berarti menjaga warisan budaya Indonesia. Kemudian, pengemudi becak juga akan mendapatkan alternatif dari profesi yang sedang dijalankan untuk beralih ke kawasan pariwisata. Dukungan dari pemerintah untuk dapat mengintegrasikan becak dengan kebutuhan pariwisata juga diperlukan seperti membantu pelatihan pengembangan keterampilan pengemudi becak dan penetapan zona atau rute wisata khusus untuk becak.
Becak merupakan salah satu moda transportasi tradisional yang memiliki berbagai keunikan dan keunggulan yang membuatnya tetap relevan digunakan oleh masyarakat di tengah perubahan zaman di Indonesia. Keunikan becak yang dapat menjadi sumber penghasilan serta penghidupan bagi banyak pengemudinya, khususnya bagi mereka yang menghadapi keterbatasan dalam mengakses pekerjaan formal. Keberadaan becak juga berkontribusi pada perekonomian lokal melalui interaksi antara pengemudi dan penumpang yang sering terjadi di pasar tradisional atau pusat-pusat keramaian. Namun, keberadaan becak di era canggihnya teknologi saat ini membuat keberadaannya terancam karena masyarakat memilih untuk menggunakan transportasi lain yang lebih efisien dari segi waktu, harga, dan jangkauan jarak yang ditempuh dapat lebih jauh. Hal tersebut membuat keberadaan becak dinilai kurang layak untuk dijadikan sebagai transportasi umum karena transportasi ini memerlukan tenaga yang ekstra dan terbatasnya jarak yang ditempuh. Meskipun becak tidak lagi layak digunakan sebagai transportasi umum namun becak tetap dapat digunakan sebagai kebutuhan pariwisata atau mengusung konsep “Becak Wisata”. Tempat wisata atau kampung wisata dengan rute jalan tertentu di dalamnya yang cukup panjang dapat menjadikan becak sebagai bagian dari kegiatan pariwisata.




