Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan yang menjadi tujuan ribuan mahasiswa dari berbagai daerah Indonesia. Namun, di balik citranya sebagai kota pelajar, Kota Malang juga memiliki sisi kehidupan malam yang cukup aktif. Banyak mahasiswa yang mulai mengenal dunia malam sebagai bentuk pelarian dari stres akademik, rutinitas kuliah yang padat, maupun sekedar mencari hiburan. Aktivitas dunia malam negatif di Kota Malang seperti mabuk, clubbing, dan balap motor sudah menjadi hal lumrah di kalangan sebagian mahasiswa.
“Untuk menghilangkan stres terhadap akademik, saya biasanya minum minuman keras bersama teman teman saya dengan tujuan hanya menghilangkan stres”
“Saya pernah minum pada saat diajak teman karena dia sedang merayakan ulang tahun dan saya tidak enak untuk menolaknya”
Dari pernyataan yang diungkapkan oleh kedua narasumber membuktikan bahwa kebiasaan tentang minuman keras pada kalangan mahasiswa sudah tidak dianggap tabu lagi dan menjadi kebiasaan yang dianggap normal.
Konsumsi minuman keras di kalangan mahasiswa Kota Malang berdampak negatif terhadap prestasi akademik. Alkohol juga dapat menurunkan konsentrasi serta mengganggu daya ingat dan memperlambat proses berpikir. Akibatnya, mahasiswa menjadi kurang fokus, sering absen dan sulit memahami materi di perkuliahan. Dalam jangka panjang kebiasaan ini dapat menurunkan motivasi belajar dan tanggung jawab akademik. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan pembinaan karakter agar mahasiswa tersebut bisa terhindar dari pengaruh buruk alkohol.
“ Menurut saya dampak jangka panjang alkohol bukan pelarian stres tetapi justru itu dapat memperburuk diri dan menyebabkan nilai yang awalnya bagus menjadi turun”
“ untuk pembinaan sendiri dari saya adalah bawah bukan hanya larangan, tetapi melibatkan mahasiswa melewati stresnya dengan membangun kreativitas seperti workshop mungkin ini dapat meningkatkan efektivitas dari aturan yang kaku agar mereka juga merasa terdukung”
Beberapa mahasiswa di Kota Malang memilih untuk menghindari minuman keras dan lebih banyak mengalokasikan waktu mereka untuk belajar dibandingkan meminum alkohol. Dengan cara ini, mereka bisa meraih prestasi yang lebih baik. Dengan demikian, waktu dan energi mereka dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif. Sikap ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari kebiasaan negatif yang dapat berdampak buruk pada masa depan. Menjauhi minuman keras dapat menjaga kondisi fisik tetap sehat, memperkuat daya konsentrasi, serta meningkatkan kemampuan berpikir dan fokus dalam kegiatan akademik.
“Saya sering beraktivitas di malam hari seperti mengerjakan tugas dan belajar di rumah, terkadang belajar di luar rumah bersama teman-teman saya.”
“Saya biasanya beraktivitas di malam hari seperti menghadiri kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh program studi saya dan juga mengerjakan tugas hingga larut malam.”
Perilaku atau kebiasaan minum – minuman beralkohol ini juga di dukung dengan kelompok atau tempat yang biasa memperjual belikan minuman beralkohol secara bebas. Ketika mahasiswa baru datang ke Malang justru tempat ini menampilkan iklan dengan narasi “promo” yang menggiurkan. Keberadaan mahasiswa baru yang masih belum terbiasa dengan keadaan demikian sering kali mengunjungi tempat tersebut dengan alasan coba – coba. Kurangnya kontrol dari orang tua dan mereka merasa dirinya bebas menjadikan alasan yang kuat untuk melakukan kegiatan yang tidak memiliki manfaat.
Satrio Naufal Sandika, Fahmy Vlany, Mochammad Iqbram Jalasena, Rengganis Nabila Ayuratri, D. Sayfina, Raihan Athilla Ramadhani
Universitas Brawijaya




