Awal tahun berdirinya kesultanan Aceh masih simpang siur kepastian masanya, dikarenakan banyaknya bukti yang diperoleh memuat isi yang berbeda-beda, Pastinya awal abad ke-16 adalah tahun brdirinya ksultanan ini dan berada kira-kira antara tahun 1496-1513 M dengan raja prtamanya yaitu sultan Ali Mughayat Syah, Beliau Adalah orang yang berhasil menyatukan Daya, Pedir, dan Pasei kedalam kesatuan wilayah kesultanan Aceh. Selanjutnya serngan pertama terhadap kekuasaan portugis di Malaka dipelopori oleh Aceh dengan sultan Ali sebagai Rajanya masa itu. Kekuatan militer Aceh kesultanan tidak bisa diremehkan, mereka memiliki teknologi militer dan persenjataan yang sangat bagus. Puncak Kejayaan Aceh yaitu kala sultan Iskandar Muda memegang kursi kekuasaan pada tahun 1607-1636 M, Pada masa itu serangan terbesar Aceh berhasil dilancarkan kepada portugis, meskipun belum berhasil menaklukan kekuasaan mereka disana,tetapi dampak dari serangan mereka sangat besar, Benteng Famosa yang menjadi tempat pertahanan tantara portugis berhasil dikepung dan pasokan logistik portugis juga berhasil diputus, lalu munculnya bantuan dari Johor dan Patani membuat tantara portugis bisa bertahan lebih lama dan pasukan aceh juga mendapatkan banyak masalah, seperti wabah pada kamp pasukan dan armada laut aceh yang terkena badai dari hal tersebut dengan berat hati Aceh harus mundur dari Malaka.
Sultan Ali Mughayat Syah adalah tokoh yang disbut sebagai peletak dasar kemiliteran Aceh, Beliau menyatukan wilayah-wilayah kecil yang ada dipesisir utara Sumatera menjadi satu kesatuan kesultanan Aceh. Armada laut Aceh memiliki banyak jenis kapal meliputi, galai, jung, baloes, lanchara, bantis, carrack, ghorab, galiot dan masih banyak lagi, setiap kapal tersebut mulai dari kapal penjaga, kapal perang besar atau gerilya, bahkan untuk angkut barang dagang karena keterampilan para pembuat kapalnya menghasilkan desain karya yang beragam. Salah satu batalyon terkenal yang dimiliki Aceh ada inong balee dengan pemimpinnya malahayati, pasukan ini berisikan wanita-wanita janda yang suaminya meninggal dimedan perang, portugis sendiri tidak meremehkan pasukan inong balee yang walaupun anggotanya hanya berisikan kurang lebih 3000 orang tetapi dikatakan pemimpinnya yaitu Malahayati berhasil membunuh Cornelis De Houtman dalam duel satu lawan satu. Aceh memiliki tiga jenis pasukan, yang pertama Adalah pasukan yang diisi leh orang-orang lokal sendiri, yang kedua diambil dari para tawanan perang yang selanjutnya dijadikan sebagai penjaga gerbang Kerajaan, yang ketiga diperleh dari tantara-tentara bayaran yang berasal dari luar Kerajaan seperti Turki, Kalimantan, dan Abyissinia. Selain armada lautnya yang kuat Aceh dikenal memiliki pasukan gajah yang digunakan untuk menggempur setiap strategi pertahanan musuh membuat mereka mendominasi dalam perang didaratan.
Kemajuan militer bisa dicapai dengan teknologi persenjataan yang kuat, Puncak kejayaan militer aceh terjadi pada masa pemerintahan sultan Iskandar Muda. Aceh diperkirakan menjadi Kerajaan pertama di Nusantara yang memakai senjata api, Mereka memperolehnya dari hasil rampasan perang melawan portugis pada tahun 1511 M, lalu pada rahun 1520 M Aceh menggunakannya untuk menyerang Pidi dan Pasai dalam rangka menyatukan wilayah utara pulau Sumatera. Senjata paling terkenalnya adalah meriam, salah satu sebabnya Adalah beraneka ragam jenis meriam dimiliki oleh aceh baik berupa pemberian dari Turki maupun buatan sendiri, selain meriam Aceh juga berhasil memproduksi senapan api, amunisi, bahkan alat peledak seperti granat, dikatakan bahwa bubuk mesiu berwarna hitam seperti jintan disimpan dalam jumlah besar yang mengisi setengah Gunca. Kemajuan persenjataan Aceh didukung dengan bantuan kerja sama Aceh dengan Turki yang melahirkan industri senjata lokal, menjadi titik revolusi teknologi persenjataan di Nusantara.
Kekuatan militer Aceh adalah simbol kemajuan bidang militer di Nusantara, Yang membuatnya hebat adalah strategi politik yang dipakai dan pemimpin yang cerdik dan bijaksana, Hubungan antar negara Aceh dan Turki yang telah dijalin sejak masa-masa awal berdirinya Kerajaan menjadi salah satu faktor pendukung kejayaan negeri ini. Aceh berhasil menaklukan wilayah utara pulau Sumatera, membangun armada militer yang begitu kuat dengann segala pencapaiannya, lalu dalam teknologi persenjataan Aceh berhasil menjadi titik perkembangan industri senjata modern di Nusantara dengan memiliki pabrik-pabrik produksi dan pengembangan segala jenis senjata baik berupa senapan, artileri, dan alat peledak. Penyesuaian mereka dalam menerima ilmu global membawa pengaruh dalam memajukan peradaban sebuah negara bahkan Nusantara.
Daftar Pustaka
Djajaningrat, R.H. 1979. Kesultanan Aceh. Banda Aceh. Museum Negeri Aceh
Haniffa, A. M. (2022). Sejarah Aceh: Jejak Peradaban Aceh Darussalam Hingga Kolonial Belanda 1530-1900. Jurnal Sejarah dan Budaya, 258-277.
Lukman Hakim, 1. A. (2025). Dari Istanbul ke Aceh: Pengalihan Kekuasaan Strategis,Teknologi dan Keahlian pada Abad ke-16 dan ke-17. jurnal Internasional Ihya’ ‘Ulum al-Din, 71-88.
Oleh : Burhanudin Ahmad (Universitas Negeri Malang)




