Melauli dinas sosial, pemberdayaan Perempuan, pperlindungan Perempuan dan keluarga perencana (Dinsos-P3AP2KB), pemerintah malang menunjukkan komitmen tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lanjut usia (lansia). Dengan beberapa program kegiatan pemberdayaan, Dinsos-P3AP2KB bertekad untuk menghadirkan lansiayang aktif, produktif, serta tetap berdaya di usia
Menurut data terkini, jumlah lansia di Kota malang cukup besar, mencapai sekitar 13,02% dari seluruh penduduk. Angka harapan hidup di Kota Malang pun juga termasuk tinggi, karene macapai 73,75 tahun, artinya rata-rata penduuk di kota malang bisa hidup hingga usia sekitar 74 tahun. Karena jumlah lansia yang besar dan angka hidup yang Panjang, sehingga Kesehatan dan kesejahteraan lansia menjadi perhatian penting bagi pemerintah Kota Malang. Pemerintah Kota Malang sadar bahwa lansia juga harus di dukung, baik dari segi Kesehatan maupun kesejahteraan, sosial, dan ekonomi.
Sekretaris Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Wahyu Setyawan menyampaikan, bahwa pihaknya melalui Bidang Pemberdayaan Sosial (dayasos) telah menyusun berbagai program kerja selama satu tahun anggaran.
Program unggulan yang digagas oleh Dinsos-P3AP2KB salah satunya yaitu sekolah lansia, yang Dimana program ini bukan hanya sekedar tempat belajar biasa tetapi sebagai wadah interaksi soaial, aktualisasi dir, dan pengembangan potensi bagi para lansia. Dengan melalui program sekolah lansia ini, lansia diajak untuk lebih aktif bertemu dengan teman sebaya, berbagi pengalaman hidup, berdiskusi, serta mengembangkan keterampilan bary yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Kurikulum yang di rancang berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya. Kurikulum yang dirancang secara khusus untuk mengakomodasi kebutuhan emosional, sosial dan kognitif para peserta. Kurikulum ini tidak berfokus pada akademis formal, sekolah lansia lebih menonjolkan pada nilai persahabatan, Kesehatan mental, dan juga membangun rasa percaya diri di masa tua. Dalam program ini diharapkan dapat mencegah timbulnya masalah kesepian, depresi serta meningkatkan kualitas hidup para lansia secara keseluruhan.
Selain program sekolah lansia, Dinsos-P3AP2KB juga mengadakan program pelatihan khusu untuk lansia, kegiatan ini meliputi.
Pelatihan Barista,dengan ini lansia diajarkan untuk memiliki keterampilan meracik kopi dengan standar kafe modern, membuka peluang usaha kecil-kecilan. Selain pelatihan barista lansia juga dijarkan untuk membatik supaya para lansia dapat memiliki keterampilan seni membatik, bertujuan untuk ekspresi seni maupun untuk potensi ekonomi kreatif.
Melalui pelatihan ini, lansia diajak untuk tetap aktif, dan juga diberi peluang untuk tetap produktif dan mandiri secara ekonomi. Dinsos-P3AP2KB mengharapkan bahwa para lansia memiliki jiwa kewirausahaan dan bisa menghasilkan produk nilai jual sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan sosial. Serta program ini bertujuan untuk membentuk lansia yang Tangguh dan berkontribusi terhadap kehidupan sosial mapupun ekonomi.
Selaian memfokuskan dalam pemberdayaan lansia, Dinsos-P3AP2KB mengembangkan pusat pembelajran keluarga atau yang bisa disebut dengan PUSPAGA di Tingkat kelurahan. Puspaga ini menjadi program yang sangat penting dalam Upaya membangun ketahanan keluarga dan mengatasi berbagai masalah sosial, seperti :
- Pencegahan kekerasan dalam rumah tangga
- Penanganan kasus stunting
- Promosi Kesehatan ibu dan anak
- Penanggulangan kasus perundungan (bullying)
Pada saat baru 10 kelurahan dari 57 kelurahan yang telah memiliki layanan puspaga. Dan Dinsos-P3AP2KB masih terus mendorong pengembangan puspaga secara lebih luas, dengan melibatkan beberapa elemen Masyarakat seperti tokoh agama, tokoh adat, kader PKK, serta relawan sosial lainnya.
Berbagai Langkah nyata yang sudah di laksanakan, hal ini menunjukkan bahwa Dinsos-P3AP2KB Kota Malang tidak sekedar menjalankan program-program bersifat seremonial, tetapi juga berkomitmen subtansial untuk menciptakan perubahan positif yang nyata di Tengah Masyarakat.
Dengan pendekatan holistic dan berbasis komunitas ini dapat membahagiakan lansia serta memperkuat ketahanan keluarga di Kota Malang, hal ini diharapkan dapat menjadi model Pembangunan sosial yang berkelanjutan dan inklusif.
Dengan Langkah progresif yang dilakukan oleh Dinsos-P3AP2KB Kota Malang dalam memberdayakan Masyarakat lansia. Saya mengapresiasi karena di Tengah meningkatnya jumlah laansia dan tingginya angka harapan hidup di kota malang, pemerintah kota tidak hanya berfokus pada bantuan sosial yang bersifat sementara, melainkan juga membangun system yang mampu mengambilkan peran aktif lansia dalam kehidupan bermasyarakat.
Program sekolah lansia dan pelatihan keterampilan menunjukkan bahwa lansia masih di anggap sebagai asset bukan beban. Mereka masih di fasilitasi untuk tetap produktif, bersosial, bahkan mereka juga memiliki kesempatan untukk berwirausaha. Hal ini mencerminkan pendekatan Pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
selain itu, pengembangan puspaga di Tingkat kelurahan ini juga menjadi Langkah strategis dalama menguatkan ketahanan keluarga, yang pada akhirnya ikut berkontribusi pada kesejahteraan lansia dalam keluarga. Saya yakin jika program ini diterapkan secara konsisten dan melibatkan partisipasi Masyarakat, Kota Malang bisa menjadi contoh kota ramah lansia dan keluarga bagi daerah lain di Indonesia.
Langkah yang dilakukan oleh pemerintah Kota Malang dalam memperbaiki kesejahteraan lansia yang ada di Kota Malang, banyak program unggulan yang sudah dilakukan salah satunya program “sekolah dan pelatihan keterampilan”. Namun, hal tersebut kurang efektif. Dikarenakan program yang sudah berjalan tidaklah sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara maksimal.
Seharusnya, program yang di gagas oleh pemerintah Kota Malang memprogram Pendidikan politik terhadap lansia yang ada di kota ini. Tujuan untuk diadakan Pendidikan politik bagi lansia adalah untuk mempersiapkan pandangan politik bagi mereka, agar tidak buta arah, tidak mudah dimanfaatkan, tidak mudah tertipu, dan tidak mudah terombang-ambing oleh kepentingan pribadi oknum pemerintah.
Ketika saya melihat dari beberapa website dan sumber, tidak ada kegiatan pemerintah Kota Malang dalam membuat program dalam pelatihan untuk mensejahterakan Pendidikan Politik bagi lansia, sehinngga para lansia tidak terbebas dalam pemikiran politik. Ketika kelompok kami terjun ke jalan, banyak lansia yang berumur 55-71 tahun tidak mengerti dengan apa itu politik, kepakaran politik, dan pendidikan fundamental lainnya.
Informasi yang kami dapatkan dari beberapa narasumber yang kami temui, kami mendapati mereka sudah harus bekerja dari usia 12 tahun. Mereka sangat mengeluh terkait permasalahan Pendidikan, mereka hanya dapat mengenyam Pendidikan hingga Sekolah Dasar pada saat waktu mereka kecil, mereka bercerita “masa kecil saya tuh ga bersekolah mas, masa kecil saya sulit mas. Harusnya saya bisa sampai SMP, tapi saya tuh udah harus kerja mas”. Alhasil, kehidupan yang mereka rasakan sekarang adalah dalam aspek kesejahteraan pada masa tua mereka.
Kesejahteraan yang mereka alami sekarang adalah dari cerminan masa lalu, dahulu mereka tidak dapat bersekolah dengan baik lalu mengorbankan masa muda mereka dengan terpaksa bekerja. Terulang ketika mereka tua, mereka tidak dapat menyekolahkan anaknya dengan maksimal. Hal ini merupakan kemiskinan structural yang terus terulang, disinilah peran pemerintah sangat dibutuhkan. Tanpa mementingkan keuntungan pribadi, tapi haruslah mensejahterakan rakyat Indonesia.




