Ekplorasi, Inovasi dan Kreatifitas Pengembangan Motif Batik melalui Relief Candi Penataran 

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pelestarian budaya lokal, telah dilaksanakan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM)   yang berjudul “Optimalisasi Pemberdayaan Perempuan melalui Aktivitas Membatik Bermotif Relief Candi Penataran untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi” yang diketuai oleh Adinda Dwi Larasati, S.H., M.H. dan beserta dengan tim pengabdian yang terdiri dari dosen dan mahasiswa S2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Universitas Negeri Malang, pemerintah Desa Sumberjo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar dan Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang menaruh perhatian besar pada potensi perempuan dalam membangun ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pelatihan membatik kepada kelompok perempuan terdapat pendekatan khusus yang digunakan untuk menggali kekayaan relief Candi Penataran sebagai sumber inspirasi utama dalam penciptaan motif batik. 

Candi Penataran yang terletak di Desa Penataran, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu situs bersejarah peninggalan Majapahit yang menyimpan nilai-nilai filosofi dan kearifan lokal dalam setiap ukiran reliefnya. Melalui kegiatan ini, para ibu PKK diajak untuk memahami narasi visual dari relief candi baik yang menggambarkan kisah-kisah yang terkandung pada motif relief Candi Penataran, ajaran moral, hingga simbol-simbol kosmologis dan mengimplementasikan ke dalam desain batik yang memiliki kekhasan lokal. Kegiatan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga edukatif dan inspiratif, karena mengintegrasikan pemahaman sejarah, nilai budaya, dan keterampilan kriya batik secara terpadu. Motif relief Candi Penataran di kombinasikan dengan potensi lokal yang ada di Desa Sumberjo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar berupa pontensi tumbuhan kelapa yang digunakan oleh masyarakat Sumberjo sebagai bahan dasar pembuatan gula kelapa. 

Pelatihan berlangsung dalam beberapa tahapan, mulai dari pengenalan sejarah dan filosofi relief candi, teknik dasar membatik tradisional dengan cara mencanting hingga teknik modern seperti printing, pelatihan pengembangan desain dan strategi pemasaran produk. Dengan demikian, program ini tidak hanya menghasilkan karya batik yang artistik dan berciri khas lokal, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kewirausahaan pada ibu PKK Desa Sumberjo. Harapannya  kegiatan ini dapat menjadi inspirasi pengembangan ekonomi kreatif yang mandiri berbasis kebudayaan dan kearifan lokal, selain itu mampu menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi dan sekaligus menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur. 

Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas dan peran perempuan dalam pembangunan komunitas. Melalui batik bermotif relief Candi Penataran, perempuan tidak hanya mengekspresikan kreativitas dan identitas budaya mereka, tetapi juga membangun masa depan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Produk batik yang dihasilkan nantinya direncanakan untuk dipasarkan melalui berbagai platform, termasuk pameran UMKM, pasar digital, dan promosi pariwisata budaya. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya lokal yang inklusif dan berdaya saing. Hal ini selaras dengan pernyataan yang disampaikan oleh Ketua PKK Desa Sumberjo yaitu Ibu Umi yang menyatakan bahwa 

“kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan dan sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan mengasah kreativitas kemampuan skills kelompok PKK di Desa Sumberjo, karena selama ini masih belum ada kegiatan yang memberdayakan kelompok PKK yang budaya dan kearifan lokal”. 

Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara pelestarian warisan budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi. Kolaborasi yang dilakukan di tindak lanjuti dengan penandatanganan Letter of Collaboration (LoC) untuk pembentukan kelompok pembatik pada kelompok PKK di Desa Sumberjo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Melalui penguatan kapasitas perempuan dalam bidang batik yang bernuansa lokal, diharapkan terjadi peningkatan taraf hidup keluarga dan komunitas secara lebih luas, serta terbangunnya kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga identitas budaya sebagai bagian dari kekuatan ekonomi bangsa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Melawan Hegemoni Pemuda Pasar Owo Owo

Hegemoni adalah suatu bentuk dominasi yang tidak selalu dilakukan secara paksa, tetapi seringkali berlangsung secara halus dan ideologis, melalui kontrol budaya, nilai, dan cara berpikir masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, hegemoni dapat terlihat dalam praktik ekonomi, sosial, dan budaya yang dianggap wajar oleh masyarakat luas.

Kebudayaan Mengkeramatkan Pantangan Makan Lele di Desa Medang Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan

Penduduk di setiap wilayah memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri, seperti di Desa Medang Kecamatan Glagah Kabupaten lamongan. Kabupaten lamongan yang kerap dijuluki kota soto ini memiliki keunikan tersendiri, dengan ikon bandeng lele kabupaten lamongan ini eksis dan menarik. Kebudayaan di wilayah ini masih sangat dipegang teguh dan kental, salah satunya adalah pantangan makan lele.

Musisi Jalanan Di Kayu Tangan

Pinggiran jalan Kayu Tangan terdapat seniman musik jalanan yang biasa menampilkan pertunjukan musik di Kayu Tangan. Uniknya di sepanjang jalan Kayu Tangan terdapat 4-7 grup musik. Mereka biasa terdiri dari 5-6 anggota di setiap grup musik. Pertunjukan musik yang ditampilkan oleh musisi jalanan tersebut bisa dinikmati masyarakat yang singgah di sepanjang Kayu Tangan dan hanya membayar sukarela atau bisa gratis

Musik Remix dan Kesenian Bantengan: Pergeseran Nilai atau Pembaruan?

Lebih dari sekadar tarian, Bantengan adalah jantung budaya masyarakat Malang, sebuah perpaduan antara seni, spiritualitas, dan keberanian. Kesenian ini menampilkan sosok banteng sebagai tokoh utama, yang dimainkan oleh dua orang dalam satu kostum menyerupai banteng. Gerakan tarinya menggambarkan karakter seekor banteng liar, kuat, dan penuh energi.

UMKM Viral di Masa Sekarang : Maraknya Cafe Hidden Gems di Kota Malang

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan peran vital dalam perekonomian Indonesia, terlebih di era digital yang memudahkan penyebaran informasi dan promosi. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, UMKM yang bergerak di bidang kuliner, khususnya kafe, mulai mengambil langkah inovatif dengan menghadirkan konsep hidden gem

Scroll to Top