Tren ini sering digunakan sebagai hiburan untuk memeriahkan berbagai kegiatan di masyarakat seperti kegiatan penyambutan bulan kemerdekaan. Sound Horeg berupa speaker super besar yang terpasang di mobil dan berkeliling di jalanan. Suara keras dari sound horeg dan getaran yang ditimbulkan menjadi simbol ekspresi diri yang semakin populer dikalangan anak muda, khususnya di daerah Jawa Timur. Sound horeg semakin marak karena dukungan dari media sosial. Namun, di balik keseruannya, sebagian masyarakat menyoroti persoalan serius tentang menurunnya kesadaran etika di ruang publik.Banyak warga berpendapat bahwa aktivitas ini telah merenggut hak mereka untuk hidup di lingkungan yang tenang.Fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan tentang makna kebebasan berekspresi dan batas kenyamanan sosial. Ketika jalanan, gang, dan kompleks perumahan berubah menjadi ajang unjuk volume, masyarakat mulai mempertanyakan apakah hal itu mencerminkan semangat kebersamaan atau menandakan lunturnya etika sosial di ruang publik.
Peristiwa sound horeg memberikan manfaat dalam bidang kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan kreativitas masyarakat. Sound horeg dalam konteks sosial, menjadi sarana hiburan rakyat serta memperkuat interaksi dan solidaritas antarmasyarakat. Masyarakat sering memanfaatkan sound horeg pada acara kemasyarakatan, seperti perayaan desa, hajatan, dan festival musik jalanan. Sisi budaya sound horeg, dapat dilihat dengan terjadinya fenomena yang mencerminkan ekspresi kebebasan dan kreativitas generasi muda dalam bidang seni audio. Selain itu, sound horeg menjadi bentuk pelestarian tradisi hiburan lokal yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur berencana memberikan Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI kepada sound horeg. “Kami ada tugas yang terkait dengan perlindungan terhadap karya anak bangsa. Sound horeg ini sebetulnya merupakan sebuah nama. Sebuah nama yang dari hasil olah pikir karya dari anak bangsa,” kata Kepala Kanwil Kemenkum Jatim, Haris Sukamto, dalam konferensi pers capaian kinerja triwulan I tahun 2025 di Surabaya (21 April 2025). Ditinjau dari segi ekonomi, keberadaan sound horeg membuka peluang usaha bagi penyedia jasa penyewaan alat, teknisi suara, hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan. Bupati Blitar, Rijanto, menyatakan bahwa sound horeg menggerakkan ekonomi masyarakat dan menghasilkan dana untuk kepentingan umum. Selain itu, sound horeg juga mendorong munculnya inovasi baru di bidang tata suara dan desain akustik. Secara tidak langsung, sound horeg menjadikan bagian dari industri kreatif lokal.
Sebagian masyarakat menganggap sound horeg sebagai hiburan yang menyenangkan dan menarik serta menjadikannya wadah kreativitas bagi anak muda. Namun, di balik keseruan tersebut, tidak dapat disangkal bahwa fenomena sound horeg sering menimbulkan berbagai masalah sosial di masyarakat. Suara dengan volume sangat keras yang dihasilkan oleh perangkat sound horeg menimbulkan kebisingan di lingkungan sekitar. Selain itu, suara tersebut dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekitar, seperti menyebabkan stres, gangguan tidur, dan potensi kerusakan pendengaran. Pendapat ini sejalan dengan hasil penelitian Singkam (2020) yang menyatakan bahwa penggunaan sound horeg sering memicu konflik sosial dan administratif di tingkat masyarakat lokal. Aktivitas sound horeg tidak hanya menyebabkan kebisingan, tetapi juga berdampak negatif pada kesehatan warga yang terpapar dalam jangka panjang.
Getaran dari sound horeg mengakibatkan kerusakan fisik pada lingkungan sekitar yang terpapar. Seorang penjual toko di Mendalanwangi, Wagir, Kabupaten Malang mengalami kerusakan pada etalase tokonya karena guncangan dari getaran suara sound horeg (About.malang, 2024). Unggahan video tersebut memicu banyak komentar netizen yang merasa resah dengan aksi sound horeg. Seorang warga di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang dikeroyok oleh sejumlah peserta karnaval setelah memprotes kebisingan dari sound horeg (Kompas.com, 2025). Dua orang di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri tewas karena mengoplos alkohol saat menikmati hiburan sound horeg (Tribun.news, 2025). Oleh karena itu, pihak berwenang perlu menerapkan aturan yang tegas mengenai pengawasan dan perizinan kegiatan sound horeg. Selain itu, masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran diri untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan dengan membatasi volume suara.
Fenomena sound horeg mencerminkan dua sisi yang saling bertolak belakang antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial. Sound horeg menjadi simbol kreativitas anak muda serta sarana hiburan dan ekonomi masyarakat. Namun, penggunaan sound horeg yang berlebihan menimbulkan masalah serius seperti kebisingan, gangguan kesehatan, kerusakan lingkungan, dan konflik sosial. Hal tersebut menunjukkan kurangnya kesadaran etika dalam menggunakan ruang publik secara bijak. Pemerintah daerah perlu menetapkan regulasi yang tegas mengenai batas kebisingan dan perizinan kegiatan berbasis sound horeg. Selain itu, masyarakat terutama generasi muda perlu mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga kenyamanan bersama dan menghormati hak orang lain. Pengelolaan kegiatan sound horeg sebaiknya diarahkan menjadi event kreatif yang terorganisasi dengan baik agar tetap menjadi wadah ekspresi tanpa mengorbankan ketertiban dan kesehatan publik.
DAFTAR PUSTAKA
Alrado , I. (2025, Oktober 7). Sound Horeg, Antara Hiburan Rakyat dan Kontroversi Kebisingan. Retrieved from Jawa Pos Radar Mojokerto: https://radarmojokerto.jawapos.com
Bupati Blitar Soal Sound Horeg : Jaga Kenyamanan Warga Namun Tetap Kaji Dampak Positif. (2025, Juli 21). Retrieved from Kabarjawatimur.com: https://kabarjawatimur.com
Perdana, N., & Hartik, A. (2025, Juli 14). Protes Kebisingan Sound Horeg karena Ganggu Anaknya yang Sakit, Pria di Malang Justru Dikeroyok. Retrieved from Kompas.com: https://surabaya.kompas.com
Ramai Fenomena Sound Horeg, Bagaimana Asal-Usulnya? (2025, April 22). Retrieved from CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com
Singkam, A. R. (2020). Kondisi kebisingan di gedung perkuliahan Universitas Bengkulu. Journal of Science Education. 2 (4): 1–20.
Tribunnews. Kronologi Pesta Miras Sound Horeg Berujung Maut di Kediri, 3 Korban Masih keluarga. (2025, July 30) Tribunnews.com. https://m.tribunnews.com/regional/2025/07/30/kronologi-pesta-miras-sound-horeg-berujung-maut-di-kediri-3-korban-masih-keluarga?page=all
Tristani, N. E. (2024, Agustus 9). Penyuka Suara Kencang Punya Kecenderungan Psikopat, Sound Horeg di Malang Kembali Buat Kerusakan Properti Warga. Retrieved from aboutmalang.com: https://www.aboutmalang.com
Sumber foto :
https://share.google/cvhU9KXwTo9e4kFDh
Regina Cahya, Zaskia Paramita, Yunita Putri
Universitas Brawijaya




