Karakter Bangsa Di Ujung Tanduk: Pancasila Hanya Jadi Simbol, Bukan Jiwa
Ketika mendengar frasa “Sistem Filsafat Pancasila”, apa hal yang pertama muncul di pikiran kalian?. Apakah sebuah konsep teoritis yang diajarkan […]
Ketika mendengar frasa “Sistem Filsafat Pancasila”, apa hal yang pertama muncul di pikiran kalian?. Apakah sebuah konsep teoritis yang diajarkan […]
“Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”
Wayang : Cermin Kearifan dan Jati Diri Bangsa
Kegelisahan terhadap ancaman punahnya minat pada wayang kulit harus kita sikapi bukan dengan sikap pesimis, melainkan dengan aksi nyata revitalisasi yang cerdas. Kita tidak bisa menyalahkan generasi muda yang memilih hiburan instan, sebab memang medium penyampaian wayang yang konvensional sudah tidak lagi seirama dengan ritme hidup mereka. Refleksi sosial kita perlu bergeser dari sekadar meratapi masa lalu menjadi mencari cara agar wayang bisa kembali berfungsi sebagai cermin kearifan lokal dan simbol mengajarkan kepemimpinan tanpa arogansi. Meski berakar dari epik India, wayang telah bertransformasi menjadi entitas khas Nusantara lengkap dengan punakawan sebagai suara rakyat dan gamelan sebagai jiwa pertunjukannya. Nilai-nilai inilah yang perlu kita terjemahkan ulang agar relevan bagi anak muda.Wayang bukanlah fosil, melainkan mata air filosofi yang hanya perlu dialirkan melalui pipa-pipa yang lebih modern lagi.
Hak asasi manusia selalu diajarkan sebagai sesuatu yang melekat sejak lahir hingga kematian. Salah satu hak asasi paling fundamental adalah hak atas pendidikan, yang selalu ditekankan sebagai fondasi utama bernegara.
Namun kenyataannya, janji konstitusional tersebut masih dipertanyakan. Buktinya, pemenuhan hak fundamental ini terbukti belum merata, terutama bagi saudara kita penyandang disabilitas.
Coba bayangkan jika potensi setengah dari penduduk dunia diabaikan hanya karena perbedaan gender. Banyak ide, karya, dan inovasi yang muncul, justru hilang karena perempuan tidak mendapat kesempatan untuk berkembang. Sejarah sudah membuktikan bahwa kemajuan bangsa tidak datang hanya dari satu pihak saja. Martha Christina Tiahahu merupakan salah satu contoh nyata peran perempuan pada masa perjuangan kemerdekaan. Ia berjuang di tanah Maluku sejak usia muda dengan keberaniannya memimpin pasukan hingga diberi julukan “Mutiara dari Nusa Laut”.
Pulau Onrust, salah satu dari empat pulau cagar budaya di Kepulauan Seribu, menyimpan jejak bersayap akar bangsa—dari pangkalan VOC hingga lokasi karantina haji dan penjara kolonial. Pada 2015, Gubernur DKI menerbitkan SK Nomor 2209 Tahun 2015 yang menetapkan Pulau Onrust, Cipir, Kelor, dan Bidadari sebagai kawasan cagar budaya.
Letaknya yang berada di utara Kabupaten Malang membuat Selorejo mudah dijangkau dari berbagai arah. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju desa ini han ya memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit, tergantung kepada tan lalu lintas dan jalur yang diambil. Jalan berkelok yang membelah perbukitan menjadi pemandangan lazim sepanjang rute menuju Selorejo.
Huru-hara Indonesia 1965 tak selama menyisakan kisah soal pembantaian nan berdarah-darah. Di antara situasi ketegangan politik dan sosial yang merambah masyarakat, ada kisah-kisah heroik akar rumput yang tidak banyak diceritakan. Kisah saling membantu demi terselamatkan dari amukan negara karena afiliasi “kiri” nyatanya terjadi.
Sebuah terobosan akademik berhasil dicapai melalui sinergi antara Universitas Negeri Malang (UM) dan MAN 2 Kota Malang dalam meningkatkan kompetensi professional guru. Penelitian kolaboratif yang dipimpin oleh tim ahli dari UM berhasil mengembangkan platform pembelajaran berbasis web yang memadukan kekayaan Wastra Nusantara
Dalam upaya menjawab tantangan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang dinamis dan kontekstual, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Departemen Hukum dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang (UM) mengambil langkah strategis. Mereka mendorong penerapan Model Pembelajaran Berbasis Laboratorium untuk mata pelajaran PPKn di SMK Negeri 3 Malang