“Komunitas Tionghoa dan Aktivitas Dagang di Batavia Abad ke-17”
Batavia yang didirikan oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada tahun 1619 berkembang menjadi pusat perdagangan penting di Asia.
Batavia yang didirikan oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada tahun 1619 berkembang menjadi pusat perdagangan penting di Asia.
Sejarah Batavia abad ke-16 dan 17 tidak hanya tentang kolonialisme Belanda (VOC) dan penderitaan rakyat pribumi di Hindia Belanda, tetapi juga tentang kaum asing minoritas yang terpinggirkan secara sosial-politis dan dihantui tekanan bangsa lain.
Dari sisi kemajuan teknologi, pasal-pasal medis dalam Kode Hammurabi menggambarkan bahwa masyarakat Babilonia telah mengenal teknologi primitif seperti pisau perunggu atau pisau bedah (Bronze Lancet) tanpa anestesi.
Bangsa Indonesia atau Nusantara adalah negara yang terdiri dari banyak pulau dan sangat kaya akan rempah-rempah, sehingga tidak mengejutkan jika selama itu Nusantara terlibat dalam perdagangan internasional.
Seorang perempuan apalagi mereka yang menyandang status janda kerap kali terpinggirkan karena seringkali dilekatkan dengan kelemahan dan ketergantungan.
Ketika VOC berhasil menguasai Kepulauan Banda pada tahun 1621, mereka mulai fokus untuk menguasai perdagangan cengkih di Kepulauan Maluku.
Sejak pertama kali didirikan oleh VOC pada tahun 1619, Batavia tumbuh menjadi pusat administrasi kolonial Belanda yang sangat kompleks di Asia Tenggara.
Pada abad ke-17 nusantara menjadi wilayah pusat perdagangan rempah-rempah dunia. Didukung oleh letak geografis yang strategis menjadikan rempah rempah tumbuh subur di Nusantara.
“Budaya Pesisir Utara Jawa: Islamisasi dan Silang Budaya di Tuban Abad ke 16-17”
Ratu Kalinyamat (Retna Kencana) adalah penguasa laut utara Jawa abad ke-16 yang mengubah duka menjadi strategi politik yang jenius.