Sumber Gambar: (Olahan Penulis, 2026)
Karikatur berjudul “Tameng Penjaga Keberagaman: Pancasila di Arus Modernisasi” menggambarkan Pancasila sebagai tameng utama yang berperan melindungi keberagaman Indonesia di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan suku, agama, budaya, bahasa, serta adat istiadat, sehingga keberagaman tersebut menjadi identitas yang harus dijaga agar tetap harmonis dan tidak menimbulkan perpecahan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam konteks ini, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai alat pemersatu bangsa yang mampu menjaga keseimbangan di tengah perbedaan. Hal ini sejalan dengan pendapat Agus Budiman, Otong Husni Taufiq, dan Egi Nurholis (2022) yang menyatakan bahwa Pancasila memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ideologi serta membina kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karikatur tersebut memperkuat gagasan ini dengan menempatkan Pancasila sebagai simbol perlindungan terhadap berbagai ancaman yang dapat merusak persatuan.
Di era modernisasi dan globalisasi, perkembangan teknologi dan arus informasi yang sangat cepat membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Di satu sisi, hal ini memberikan dampak positif, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai tantangan seperti penyebaran hoaks, konflik sosial, menurunnya rasa toleransi, hingga masuknya budaya asing yang tidak selalu sesuai dengan nilai-nilai bangsa. Bahkan, berdasarkan survei Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat, sebanyak 25,68% responden menilai hoaks sebagai salah satu ancaman terhadap nilai-nilai Pancasila. Selain itu, modernisasi juga berpotensi menumbuhkan sikap individualis, lunturnya rasa nasionalisme, serta berkurangnya kepedulian sosial apabila tidak disikapi dengan bijak.
Melalui visual karikatur, simbol Garuda yang membawa tameng menggambarkan kekuatan nilai-nilai Pancasila dalam melindungi masyarakat Indonesia. Sementara itu, sosok gelap dengan bola rantai merepresentasikan ancaman berupa perpecahan, intoleransi, serta dampak negatif dari arus modernisasi. Kehadiran gedung-gedung besar di latar belakang menunjukkan bahwa seluruh dinamika tersebut terjadi dalam ruang kehidupan berbangsa dan bernegara yang terus berkembang. Dengan demikian, tameng dalam karikatur dapat dimaknai sebagai simbol perlindungan yang menegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi landasan utama dalam menjaga toleransi, persatuan, dan sikap saling menghargai di tengah masyarakat yang majemuk. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa di tengah arus modernisasi yang tidak dapat dihindari, Pancasila harus tetap dijadikan pedoman agar kehidupan bangsa tetap selaras dengan nilai-nilai persatuan dan keberagaman.
Oleh: Sean Lauzer Alhaj, Muhammad Akbar Hidayatullah, Daniah Suci Rachmawati, Shofiyyah Putri Salsabila, & Abdul Rijkman Arifin-Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya.




