Pertanian dan Tantangan Lingkungan
Kerusakan lingkungan akibat praktik pertanian konvensional semakin menjadi perhatian. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan dapat menurunkan kualitas tanah, mencemari air, serta mengganggu keseimbangan ekosistem. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak hanya dituntut menghasilkan pangan, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kesadaran Mahasiswa sebagai Calon Pelaku Pertanian
Dalam menghadapi tantangan tersebut, pertanian ramah lingkungan perlu menjadi bagian dari budaya generasi muda pertanian. Menariknya, hasil penelitian pada mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi Universitas Brawijaya menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kesadaran yang baik terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan memahami dampak yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas pertanian. Mereka juga menunjukkan ketertarikan terhadap praktik pertanian organik dan berkelanjutan.
Nilai Pancasila dalam Praktik Pertanian
Kesadaran tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Tanggung jawab terhadap lingkungan mencerminkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial, sementara semangat gotong royong dan keadilan sosial dapat diwujudkan melalui praktik pertanian yang memberikan manfaat bagi petani, masyarakat, dan lingkungan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa menilai nilai-nilai Pancasila masih relevan untuk mendukung pertanian ramah lingkungan di era saat ini.
Pancasila Harus Hadir dalam Tindakan Nyata
Namun, tantangan yang masih perlu diperhatikan adalah belum semua mahasiswa aktif memperdalam pengetahuan mengenai pertanian berkelanjutan secara mandiri. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu terus mendorong pembelajaran dan praktik lapangan yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dengan isu lingkungan. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi menjadi pedoman dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Oleh : Intana Abidah Ardelia Rahma (Universitas Brawijaya)




